Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah sebuah bentuk trading bands canggih yang dikembangkan oleh John Bollinger dan digunakan oleh trader di seluruh dunia. Tapi, seperti indikator forex lainnya, indikator ini hanya dapat memberikan gambaran saja, BUKAN sinyal BELI dan JUAL yang absolut. Pada intinya, seluruh trading bands ada untuk satu tujuan, yaitu untuk menjawab "Apakah harga relatif lebih tinggi atau rendah"? Sedikit informasi tersebut dapat menjadi hal yang berharga dan bahkan lebih kuat bila digabungkan dengan indikator yang dapat menggambarkan bahwa harga saling berhubungan dengan bands, dan seberapa lebar bands tersebut, bersama dengan tools supply/demand.
 

Bollinger Bands Adalah

Bollinger Bands atau Bollinger Band adalah sebuah trading bands yang berfokus pada volatilitas. Dengan memungkinkan pergerakan harganya untuk mengatur sendiri lebar bands, maka Bollinger Bands yang dikembangkan oleh John Bollinger dapat bereaksi dengan cepat terhadap kondisi pasar.

BB atau singkatan dari Bollinger Band adalah kombinasi dari indikator Moving Averages (MA) yang sederhana namun akurat. Indikator BB sendiri terdiri dari sebuah Simple Moving Average (SMA) yang tampak dibatasi oleh garis bernama upper band dan lower band yang dihitung berdasarkan standar deviasi di atas dan di bawah SMA. Pada praktiknya, Bollinger Bands juga bisa dianggap sebagai sebuah channel yang fleksibel dan lebarnya bervariasi berdasarkan volatilitas harga. Dengan kata lain, semakin lebar pergerakan yang terjadi selama periode SMA, maka channelnya juga akan semakin lebar; sebaliknya semakin sempit pergerakan harga, maka channel juga akan menyempit.
 

Setting Bollinger Band Terbaik

Setting Bollinger Band Terbaik di sebagian besar software charting adalah SMA dengan periode 20, dengan jarak bands sebesar standar deviasi dua (akan dibahas selanjutnya) dari SMA. Gambar di bawah ini akan menunjukkan bagaimana kita dapat menggunakan setting default Bollinger Band "20,2".

Nantinya, anda dapat mengubah setting Bollinger Band sesuai dengan kebutuhan anda, di mana nantinya kita juga akan melihat sebuah variasi yang berguna dan mungkin juga akan menjadi sebuah indikator forex paling akurat bagi anda: variasi tersebut bernama Double Bollinger Bands (DBB). Meski demikian, setting default Bollinger Band juga cukup akurat dan patut diperhatikan untuk mengetahui apa yang disebut oleh banyak orang sebagai potensi s/r dari upper bands dan lower bands.

Lanjutkan membaca untuk informasi lebih lanjut atau mencoba trading bebas risiko dengan akun demo, dan belajar cara menggunakan Bollinger Band secara langsung tanpa risiko atau kewajiban finansial.


Cara Menggunakan Indikator Bollinger Band - Cara Membaca Bollinger Band

Lebar channel dengan ukuran standar deviasi dua adalah berarti bahwa probabilitas statistik dari harga untuk mencapai bands pada kisaran harga tertentu pada periode 20 terakhir adalah hanya sekitar 5 persen. Namun, seperti perhitungan statistik lainnya, Bollinger Band mengasumsikan bahwa seluruh elemen sampel, dalam hal ini periode 20, adalah sama.

Asumsi tersebut berfungsi untuk kondisi pasar yang datar, yang terbatasi dalam range tertentu, atau dengan tren yang lemah, yang menurut definisi adalah saat-saat ketika tidak ada perubahan dalam persepsi pasar tentang nilai suatu pasangan mata uang. Dalam kondisi tersebut juga, upper bands dan lower bands dapat memberikan gambaran titik s/r yang andal. Terlebih lagi, ketika tren datar atau lemah, harga cenderung berfluktuasi di antara upper dan lower bands, atau dengan kata lain harga cenderung berfluktuasi di antara upper dan lower bands seperti bola yang memantul di antara lantai dan langit-langit. Sekalipun pergerakan harga melembar atau menyempit, indikator Bollinger Bands dapat menyesuaikan pergerakan tersebut dengan melebar dan menyempit sesuai pergerakan harga, dan memberikan titik support/resistance (s/r) berdasarkan volatilitasnya (sebuah fitur unik yang berharga jika anda ingin mempelajari cara menggunakan indikator Bollinger Band). Dalam contoh di atas tentang cara membaca indikator Bollinger Bands, harga biasanya memantul dari kedua bands dan kembali ke tengah, terutama ketika harga tiba-tiba bergerak naik atau turun secara tajam.

Dengan menggunakan setting default middle band periode 20 SMA, dan masing-masing band berjarak dua standar deviasi dari middle band, maka itu artinya hanya ada 5 persen kemungkinan bahwa harga akan menyentuh outer bands. Sekali lagi, perhitungan ini mengasumsikan (seperti hal nya pengukuran statistik lain) bahwa seluruh elemen sampel (20 periode terakhir) adalah sama, dan seluruh harga tersebut sama-sama memungkinkan. Ketika tidak ada tren yang kuat atau bahkan sama sekali tidak ada tren, maka asumsi tersebut berlaku. Price action ketika pasar sedang mendatar juga mengindikasikan bahwa persepsi pasar tentang nilai suatu pasangan mata uang belum berubah secara material.

Namun, asumsi tersebut tidak berlaku ketika tren sedang kuat, yang menurut definisi mengindikasikan bahwa persepsi pasar tentang nilai telah berubah.


Cara Membuat Support dan Resistance dengan Bollinger Band

Jika anda ingin membuat support dan resistance dengan Bollinger Band, perlu anda ingat kembali bahwa BB hanya berguna ketika pasangan mata uang (atau aset lainnya) bergerak dengan tren mendatar, seperti pada gambar di atas, di mana anda dapat melihat bahwa harga cenderung memantul dari upper dan lower bands. Namun, jika suatu pasangan mata uang atau aset lainnya berada pada tren yang jelas, anda tidak akan melihat kecenderungan harga untuk memantul di antara band-band ini.Jika tren berada pada kondisi yang kuat, seperti yang ada pada gambar di bawah ini, band yang digambarkan tidak dapat menyajikan titik s/r yang berguna sama sekali karena harga dapat naik atau turun mengikuti indikator BB untuk periode yang lama dan berulangkali. Harga terus merangkak naik ke sekitar upper band sejak April hingga pertengahan Juni 2019, September hingga Oktober 2010, dan Juli 2011 (seluruh periode yang ditandai).

Anda tidak perlu tahu mengapa ini benar, tetapi untuk berjaga-jaga jika anda ternyata tertarik, maka inilah penjelasan dasarnya.

Dengan asumsi standar deviasi dua seperti yang dikatakan sebelumnya, maka secara statistik, 95 persen dari 20 harga penutupan terakhir seharusnya berada di antara standar deviasi dua dari middle band. Namun, sebagaimana dikatakan sebelumnya juga, perhitungan statistik mengasumsikan bahwa seluruh data atau elemen sampel (dalam hal ini, 20 harga penutupan terakhir dari setiap candlestick) sama-sama memungkinkan. Namun, ini bukan untuk kondisi pasar yang memiliki tren kuat, yang juga menurut sifatnya mengindikasikan ada sebuah perubahan persepsi nilai. Lebih dari itu, periode 20 (atau lainnya) juga berarti bahwa 20 titik data atau penutupan harga terakhir tidak mungkin sama. Misalnya, ketika tren naik, pergerakan harga naik akan lebih memungkinkan dibanding pergerakan harga turun. Perubahan persepsi nilai juga akan berarti bahwa harga terbaru memiliki probabilitas yang lebih tinggi untuk menyentuh upper band ketika tren naik atau lower band ketika tren turun.

Singkatnya, tren pasar yang kuat mencerminkan perubahan tentang bagaimana nilai suatu aset dipersepsikan, sehingga indikator Bollinger Band tidak dapat berfungsi sebagai support dan resistance yang berguna ketika kondisi tren pasar sedang kuat.

Meski demikian, BB memiliki kegunaan tambahan selain untuk mengukur s/r ketika tren pasar dalam keadaan mendatar atau kondisi tren yang lemah.


Strategi Bollinger Bands - Pengembangan Brilian

Dari ratusan indikator teknikal di luar sana, Double Bollinger Bands menjadi indikator favorit kami ... indikator ini dapat memberikan banyak informasi yang bisa ditindaklanjuti. Indikator ini juga dapat memberitahu kita apakah pasangan mata uang sedang berada dalam tren atau range, arah tren, dan bahkan ketika tren telah melemah. Dan yang lebih pentingnya lagi, Bollinger Bands juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi titik entry serta tempat yang tepat untuk memasang sebuah Stop Loss.

Walaupun indikator Bollinger Bands dapat memberikan gambaran tingkat support atau resistance (s/r) ketika pasar dalam keadaan datar atau tren yang lemah, namun Bollinger Bands tidak bisa sepenuhnya diandalkan ketika pasar dalam keadaan tren yang kuat, karena indikator ini seringkali melebar akibat meningkatnya volatilitas, sehingga membuat harga pada kondisi tren yang kuat dapat terus naik ke atas atau ke bawah bands untuk waktu yang lama.

Ada banyak materi tentang indikator tunggal Bollinger Bands standar, jadi pada bagian kali ini kami hanya akan fokus pada varian baru dari indikator ini, yang disebut dengan Double Bollinger Bands yang jauh lebih bermanfaat, dan mengapa dianggap oleh para ahli sebagai indikator forex paling akurat saat ini.

Selain sebuah bands standar yang memiliki parameter standar deviasi dua dari periode Simple Moving Average (SMA) 20 sebagai pusatnya, tambahkan juga bands kedua dengan standar deviasi satu dari SMA.

Dengan menggunakan Double Bollinger Bands (DBB), kami mendapatkan indikasi yang jauh lebih baik tentang:

  • Apakah tren cukup kuat untuk terus naik atau atau memasuki posisi baru sekalipun itu telah berlangsung lama.
  • Apakah sudah waktunya untuk mengambil untung atau bersiap untuk membuka posisi reversal.

Agar bisa menggunakan indikator ini, anda tidak perlu mendownload MetaTrader 5. Sebaliknya, cukup masukkan indikator Bollinger Bands kedua dengan standar deviasi satu terhadap Moving Average anda. Selebihnya, platform charting anda akan membantunya. Selain itu, kami juga akan menjelaskan standar deviasi nanti. Untuk saat ini, ketahuilah bahwa standar deviasi adalah satuan jarak dari garis Simple Moving Average (SMA) 20, yang juga merupakan titik pusat dari DBB dan titik pusat untuk menentukan lokasi Bollinger Bands lainnya.

Berikut adalah contoh, mengapa indikator Bollinger Band akurat, yang diaplikasikan pada grafik EURUSD.

  • A1: Upper Line BB menunjukkan standar deviasi dua dari garis C, tepatnya Simple Moving Average (SMA) dengan periode 20.
  • B1: Upper Line BB menunjukkan standar deviasi satu dari SMA periode 20.
  • C: SMA dengan periode 20. Angka di atas adalah grafik mingguan, jadi ini adalah SMA 20 minggu. Sekali lagi, ini adalah titik pusat dari DBB dan titik pusat untuk menentukan lokasi Bollinger Bands lainnya.
  • B2: Lower Line BB menunjukkan standar deviasi satu dari SMA periode 20.
  • A2: Lower Line BB menunjukkan standar deviasi dua dari SMA periode 20.

Perhatikan bagaimana bands ini membentuk empat zona terpisah. Terlebih lagi, zona-zona tersebut juga memberikan informasi tambahan tentang kekuatan tren, apakah masih memiliki momentum untuk melanjutkan, dan di mana kita mungkin akan mencoba untuk entry, sekalipun tidak ada s/r lainnya yang bisa digunakan sebagai titik referensi.

Strategi Dasar Double Bollinger Bands

  • Zona Beli DBB: Ketika harga berada di zona atas (antara dua garis paling atas, A1 dan B1), itu berarti tren naik sedang kuat dan memiliki peluang tinggi untuk melanjutkannya. Lebih dari itu, jika candlestick masih terus ditutup di atas upper line, maka peluangnya adalah entry atau mempertahankan posisi beli dan menutup atau menghndari posisi jual.
  • Zona Jual DBB: Ketika harga berada di zona bawah (antara dua lower line, A2 dan B2), tren turun kemungkinan akan berlanjut. Terlebih jika penutupan candlestick berada di zona terendah, maka trader lebih baik untuk entry atau mempertahankan posisi jual dan menutup atau menghindari posisi beli.
  • Zona Netral DBB: Ketika harga bergerak terbatas pada bands dengan standar deviasi satu (B1 dan B2), maka itu artinya tidak ada tren yang kuat. Simple Moving Average 20 hari (C) yang berfungsi sebagai titik pusat untuk Bollinger Bands berada di tengah-tengah zona ini. Biasanya, satu hingga tiga penutupan candlestick di area ini adalah merupakan sinyal untuk menutup posisi karena tren telah mengindikasikan melemah.

Dengan kata lain, indikator forex paling akurat memberitahu kita apakah kita harus trading dengan tren atau trading dengan range.

  • Ketika suatu pasangan mata uang berada di zona beli atau jual (di atas garis deviasi standar satu atau di bawah garis standar deviasi dua), itu artinya kita memiliki tren yang cukup kuat untuk melanjutkan trading; ini mungkin belum terlambat untuk entry, meskipun anda juga mungkin ingin menunggu tren bergerak ke garis standar deviasi pertama terlebih dahulu, dan idealnya kembali menunggu untuk rebound sesuai arah tren. 
  • Ketika suatu pasangan mata uang berada di zona netral (di antara garis standar deviasi satu), itu artinya suatu pasangan mata uang tengah diperdagangkan pada range. Jikapun ada tren, tren tersebut tidak memiliki momentum yang dibutuhkan untuk diperdagangkan. Anda mungkin dapat mencari peluang trading dari beberapa pantulan upper line dan lower line, namun tren itu sendiri itu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengasumsikan bahwa itu akan berlanjut tanpa adanya risiko yang berlebihan akibat dari terjadinya reversal yang menyentuh stop loss.

Seperti indikator teknikal lain, semakin panjang kerangka waktu grafik yang digunakan, maka semakin kuat juga indikator momentum yang ditunjukkan oleh DBB.

Empat Aturan Untuk Menggunakan Double Bollinger Bands

Berikut ini adalah merupakan cara singkat tentang cara menggunakan Double Bollinger Bands (DBB). Versi singkat ini hanya berfokus pada aturan tentang bagaimana cara menggunakan indikator Bollinger Band akurat.

  • Peraturan 1: Buka Posisi Jual Ketika Harga Berada Di Antara atau Di Bawah Zona Jual Double BB (yang dibatasi oleh dua lower Bollinger Bands). Selama harga masih di dalam atau di bawah lower dua BB, momentum penurunan dapat dikatakan sedang cukup kuat sehingga ada kemungkinan yang cukup tinggi bahwa tren akan terus turun. Pada saat itu terjadi, anda juga bisa memutuskan untuk kembali membuka sebuah posisi jual. Sementara itu, anda bisa melakukan close atau mengambil untung ketika harga berbalik bergerak di atas zona ini.

  • Peraturan 2: Buka Posisi Beli Ketika Harga Berada Di Antara atau Di Atas Zona Beli Double BB (yang dibatasi oleh dua upper Bollinger Bands). Selama harga masih di dalam atau di atas dua BB, momentum kenaikan dapat dikatakan sedang cukup kuat sehingga ada kemungkinan yang cukup tinggi bahwa tren akan terus naik. Pada saat itu terjadi, anda juga bisa memutuskan untuk kembali membuka sebuah posisi beli. Sementara itu, anda bisa melakukan close atau ambil untung ketika harga berbalik bergerak di bawah zona ini.

  • Peraturan 3: Trading berdasarkan Range, Bukan Tren, Saat Harga Berada Di Antara Zona Beli dan Jual. Ketika harga bergerak di zona tengah dari Bollinger Bands dengan standar deviasi satu, maka tren dapat dikatakan tengah tidak cukup kuat untuk diperdagangkan, sehingga anda tidak disarankan untuk melakukan trading terkecuali anda memiliki sebuah bukti yang cukup mendasar atau sinyal dari indikator teknikal lainnya yang mengindikasikan bahwa tren akan terus berlanjut. Jika tidak, ubahlah pemikiran anda ke dalam mode trading dengan range, dan mulailah mencari titik tertinggi dan terendah yang dapat digunakan sebagai potensi titik entry dan close terutama jika channel yang terbentuk cukup lebar.

  • Peraturan 4: Minimalkan Risiko dengan Menunggu hingga Harga Kembali ke Pergerakan Sebelumnya dari Zona Beli atau Jual, atau Juga Membuka Posisi Secara Parsial. Peraturan ini berusaha untuk mengurangi risiko dari membeli titik yang tinggi atau menjual di titik yang rendah, yang biasa terjadi ketika tren cukup kuat. Meski terlihat mudah, namun nyatanya ini sulit untuk diimplementasikan. Keberhasilan anda dalam hal ini akan bergantung kepada seberapa baik anda menggunakan indikator teknikal dan fundamental lainnya, serta seberapa baik anda dapat memahami apakah anda sedang menangkap barang murah atau pisau yang jatuh.

Dengan demikian, kualifikasi utama untuk peraturan 4 adalah: Seharusnya tidak ada kontradiksi besar dari indikator teknikal lainnya atau dari data fundamental yang menunjukkan bahwa tren sebenarnya sudah melemah. Jikapun ada, cobalah menunggu, dan jangan melakukan trading hingga situasinya memungkinkan.

Download Indikator Bollinger Band Akurat Gratis

Double Bollinger Bands sangat berguna, namun, seperti ndikator teknikal lainnya, indikator ini harus digunakan dengan mengkombinasikannya bersama indikator lain sesuai dengan gaya trading anda serta kerangka waktu yang anda gunakan.

Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah akun di MetaTrader 5.

Kombinasikan Indikator Bollinger Band Dengan Indikator Utama

Untuk menghindarkan kerugian saat sebagian besar tren memasuki zona beli atau jual, gunakan DBB yang dikombinasikan dengan indikator utama yang dapat memberikan anda sinyal untuk membuka posisi secara parsial jika anda bersedia menerima risiko bahwa kemungkinan tren akan gagal, dan menetapkan keuntungan lebih besar dengan menempatkan sebagian posisi anda pada harga yang lebih baik.

 

Memahami cara menggunakan indikator Bollinger Bands adalah penting. Jika anda membutuhkan bantuan, cobalah mendaftar dan trainer kami dapat memberikan anda sebuah panduan yang tepat. Cobalah trading dengan akun demo dan perhatikan bagaimana setting bollinger band terbaik dapat menghasilkan uang yang banyak bagi anda hari ini juga.

Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah EA Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).
 

Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.

Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Hasilkan kapan saja, di mana saja, bagaimanapun 

Apa Selanjutnya?

1. Indikator MACD Adalah – Cara Menggunakan MACD dalam Trading Forex

2. Cara Menggunakan Indikator RSI Dalam Trading

3. No Deposit Bonus Forex Indonesia

 

Kategori :  Education