Cara Menggunakan Elliott Wave Theory Dalam Trading

Elliott Wave Theory bekerja di pasar apa pun, pada kerangka waktu berapa pun, dengan ukuran akun apa pun. Tapi seperti mempelajari hal lainnya, mempelajari Elliott Wave Theory membutuhkan kesabaran. Melalui aturan dan pedoman praktis, mudah dipahami, dan langkah demi langkah spesifik, anda akan belajar untuk menerapkan apa yang terbaik untuk anda. Apakah anda bermaksud menggunakan riset ini sebagai titik awal mempelajari metodenya, sebagai pengingat cepat atau sebagai panduan referensi praktis, anda akan beralih ke isinya berulang kali.


Pengenalan Elliott Wave

R.N. Elliott mengembangkan Elliott Wave Theory sekitar tahun 1920-an. Elliott menemukan bahwa tidak ada pergerakan harga acak di pasar, tetapi sebaliknya, ini adalah pergerakan alami pasar yang memanifestasikan dirinya dalam pola gelombang, yang terus berulang. Pola gelombang ini terus berulang-ulang di pasar. Pola gelombang ini juga bersifat fraktal, yang berarti bahwa anda dapat membagi gelombang ini menjadi gelombang yang lebih kecil dan lebih kecil lagi sehingga mereka memiliki pola yang sama, namun pada tingkat yang berbeda.

Rahasia menggunakan Elliott Wave Theory adalah belajar bagaimana caranya untuk mendeteksi pola gelombang (wave pattern) dengan benar, di mana pola gelombang ini cenderung terjadi di pasar berulang kali. Pola gelombang ini pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu gelombang tren (trending wave) dan gelombang non-tren (non-trending wave). Beberapa orang juga menyebutnya sebagai gelombang impulse (impulse wave) dan gelombang korektif (corrective wave). Lamanya pergerakan pasar bergerak dalam tren adalah hanya sekitar 20%, dan sisanya 80% adalah koreksi. Gelombang impuls memiliki lima pergerakan harga. Tiga dari gelombang tersebut mengikuti tren pasar, dan dua dari gelombang tersebut bergerak berlawanan dengan tren pasar.

Kelima gelombang ini juga dapat dibagi menjadi gelombang yang lebih kecil. Setiap gelombang impuls memiliki lima gelombang dan setiap koreksi memiliki 3 gelombang.

Gelombang korektif juga dapat dibagi menjadi tingkat yang lebih kecil. Gelombang A dan C berada dalam arah tren. Ini akan menggambarkan reaksi dalam tren bullish.

Seharusnya, sekarang sangat mudah bagi anda untuk membedakan antara tren pasar dan koreksi.

Anda harus ingat bahwa kemungkinan jumlah tingkat gelombang tidak terbatas. Anda hanya bisa melakukan trading pada begitu banyak gelombang turun. Pola gelombang terkecil yang dapat dideteksi akan menggunakan grafik batang 1 menit. Keuntungan dari memiliki tingkat gelombang yang berbeda adalah anda dapat melakukan trading pada tingkat yang paling nyaman bagi anda. Seorang day-trader mungkin akan melakukan trading pada tingkat gelombang Sub Minuette, dan investor menengah mungkin akan menggunakan Tingkat Gelombang Primer untuk trading.

Lanjutkan membaca atau mulai mencoba trading pada akun forex bebas risiko, dan perhatikan bagaimana Elliott Wave Theory bekerja secara real-time.

Gunakan kode WELCOME20 pada saat mendaftar untuk mendapatkan No Deposit Bonus $20 GRATIS


Pola Elliott Wave

Mengenali pola dari suatu gelombang adalah hal terpenting yang dapat anda lakukan. Banyak pengguna Elliott Wave dapat menganalisa grafik lengkap berdasarkan pola yang benar, tetapi apa gunanya hal itu? Anda perlu melakukannya ketika menggunakan Elliott Wave. Ketika anda dapat mengetahui pergerakan pasar saat ini berdasarkan pola Elliott Wave, ini akan membantu anda untuk memprediksi naik dan turunnya pasar. Itulah pentingnya Elliott Wave Theory.

Sekarang mari kita lihat berbagai Pola Elliott Wave dengan cara yang sangat sempurna sesuai dengan aturan yang diikuti oleh para pengguna Elliott Wave:


Tren

a. Impuls

Pola

Deskripsi

  • Gelombang impuls terdiri dari lima gelombang dengan label 1, 2, 3, 4, 5.
  • Gelombang 1, 3, 5 adalah merupakan gelombang impuls.
  • Panjang gelombang 1, 3, 5 biasanya sama.
  • Gelombang 2 dan 4 adalah gelombang korektif.
     

Aturan dan Pedoman

  • Gelombang 2 tidak boleh lebih panjang dari gelombang 1.
  • Gelombang 2 tidak boleh melampaui asal gelombang 1.
  • Gelombang 3 tidak lebih pendek jika dibandingkan dengan gelombang 1 dan 5.
  • Gelombang 4 tidak boleh melebihi gelombang 1. Kecuali, diagonal triangle.
  • Gelombang ketiga biasanya menunjukkan momentum tertinggi.
  • Kecuali, ketika gelombang kelima adalah gelombang ekstensi.
     

Di mana Elliott Wave

Pola impuls terjadi pada gelombang 1, 3, 5 dan gelombang A dan C

Struktur Internal

Terdiri dari lima gelombang 5-3-5-3-5

b. Pola Extension

Pola

Deskripsi

  • Extension terjadi dalam gelombang ilmpuls.
  • Itu bisa berada pada gelombang 1, 3, atau 5.
  • Biasanya, salah satu gelombang ini mengalami extension.
  • Biasanya gelombang ketiga adalah gelombang yang mengalami extension.
  • Dua gelombang lainnya biasanya memiliki panjang yang sama.
     

Aturan

  • Gelombang extension terdiri dari 5, 9, 13 atau 17 gelombang.
  • Panjang gelombang 2 tidak boleh lebih panjang dari gelombang 1.
  • Gelombang 3 tidak boleh lebih pendek jika dibandingkan dengan gelombang 1 dan 5.
  • Gelombang 4 tidak boleh lebih dari gelombang 1.
  • Gelombang 5 melebihi akhir gelombang 3.
  • Gelombang extension biasanya menunjukkan akselerasi tertinggi.
     

Di mana Elliott Wave

Extension terjadi dalam gelombang 1, 3, 5 dan gelombang A dan C.

Struktur Internal

Jumlah minimal gelombang yang mengalami ekstensi adalah 9, 13, atau 17.

Minimal struktur internal 9 gelombang adalah 5-3-5-3-5-3-5-3-5.

c. Segitiga Diagonal Tipe 1

Pola

Deskripsi

  • Diagonal adalah pola impuls.
  • Terjadi dalam gelombang akhir seperti gelombang kelima atau C.
  • Diagonal relatif jarang.
  • Banyak terjadi pada tingkat gelombang grafik yang lebih rendah.
  • Biasanya, diikuti oleh perubahan hebat.
     

Aturan dan Pedoman

  • Ini terdiri dari 5 gelombang.
  • Gelombang 4 dan 1 tampak berada pada tingkat yang sama.
  • Gelombang 4 tidak boleh melebihi asal gelombang 3.
  • Gelombang 3 tidak boleh menjadi gelombang terpendek.
  • Secara internal, semua gelombang diagonal memiliki struktur korektif.
  • Gelombang 1 adalah gelombang terpanjang dan gelombang 5 adalah yang terpendek.
  • Garis Channel dari Diagonal harus menyatu.
  • Struktur internal gelombang harus menunjukkan pergantian.
     

Di mana Elliott Wave

Segitiga diagonal tipe 2 terjadi pada gelombang 1 dan A.

Struktur Internal

Lima gelombang diagonal tipe 2 menunjukkan struktur internal 5-3-5-35.

d. Kegagalan Ke-5

Pola

 

Deskripsi

  • Sebuah gelombang impuls di mana gelombang kelima tidak mampu melampaui gelombang ketiga.
  • Gelombang kelima hanya sedikit melampaui gelombang ketiga.
  • Diklasifikasikan sebagai gelombang kegagalan.
  • Tren adalah melemah, dan akan bergerak ke arah yang berlawanan dengan cepat.
     

Aturan dan Pedoman

  • Panjang gelombang 2 tidak boleh lebih panjang dari panjang gelombang 1.
  • Gelombang 2 tidak boleh melampaui titik awal gelombang 1.
  • Gelombang 4 tidak boleh melebihi gelombang 1 atau A.
  • Gelombang 5 gagal melampaui ujung gelombang 3.
  • Gelombang 3 menunjukkan momentum tertinggi.
  • Stuktur internal gelombang harus menunjukkan pergantian.
     

Struktur Internal

Harus terdiri dari lima gelombang.


Koreksi

a. ZigZag

Pola

Deskripsi

  • Struktur gelombang korektif yang paling umum.
  • Ini dimulai dengan pembalikan yang tajam.
  • Itu terlihat seperti sebuah gelombang impulsif.
  • Itu bisa mengalami extension menjadi double zigzag atau triple zigzag (tidak umum).
     

Aturan dan Pedoman

  • Terdiri dari 3 gelombang.
  • Gelombang A dan C adalah impuls, gelombang B adalah korektif.
  • Gelombang B terkoreksi tidak lebih dari 61,8% dari A.
  • Gelombang C harus melampaui akhir gelombang A.
  • Panjang gelombang C biasanya setidaknya sama dengan panjang gelombang A.
     

Di mana Elliott Wave

Sebagian besar waktu terjadi di A, X, atau 2.

Juga umum terjadi di gelombang B atau bagian dari Flat atau Segitiga atau dalam 4.

Struktur Internal

Struktur internal dari 3 gelombang zigzag tunggal adalah 5-3-5, dan 5-3-5-3-5-3-5 dalam double zigzag.

Contoh dari Double Zigzag

Di atas adalah representasi modern dari Double Zigzag menggunakan label WXY bukan ABCXABC. Ini lebih konsisten karena dengan cara ini, 2 zigzag dengan tingkat yang lebih rendah bisa saling terkoreksi oleh gelombang pada tingkat yang lebih tinggi.

b. Flat

Pola 

>

Deskripsi

  • Flat adalah bentuk yang sangat umum dari pola koreksi.
  • Menunjukkan arah sideways.
  • Gelombang A dan B dari pola Flat keduanya adalah pola korektif.
  • Gelombang C adalah pola impuls.
  • Biasanya, gelombang C tidak akan jauh melampaui ujung gelombang A.
     

Aturan dan Pedoman

  • Ini terdiri dari 3 gelombang.
  • Gelombang C adalah impuls, Gelombang A dan B adalah korektif.
  • Gelombang B mengalami retracement lebih dari 61,8% dari A.
  • Gelombang B menunjukkan retracement umum ke akhir gelombang sebelumnya.
  • Panjang gelombang C tidak harus melampaui akhir gelombang A.
  • Biasanya gelombang C setidaknya sama dengan gelombang A.
     

Di mana Elliott Wave

Ini sebagian besar terjadi dalam gelombang B, juga umum terjadi pada 4 dan 2.

Struktur Internal

Struktur internal gelombang ini adalah 3-3-5. Kedua gelombang A dan B biasanya Zigzag.

c. Expanded Flat atau Irregular Flat

Pola

Deskripsi

  • Ini adalah jenis khusus dari Flat yang umum.
  • Gelombang B berekspansi dan melampaui akhir gelombang sebelumnya.
  • Gelombang B memiliki banyak kekuatan dan menunjukkan arah B.
  • Adanya akselerasi kuat, yang memulai gelombang 3 atau 5.
  • Jika gelombang C lebih panjang dari A, kekuatannya akan lebih kecil.
     

Aturan dan Pedoman

  • Terdiri dari 3 gelombang.
  • Gelombang C adalah impuls, gelombang A dan B adalah korektif.
  • Gelombang B terkoreksi melampaui akhir gelombang impuls A sebelumnya.
  • Gelombang C biasanya lebih panjang dari A.
     

Di mana Elliott Wave

Hal ini terjadi pada 2, 4, B dan X. Hal ini dapat terjadi pada 2 dan C yang relatif singkat, biasanya akselerasi ketika yang ketiga akan terbentuk.

Struktur Internal

Terdiri dari lima gelombang, yang memiliki struktur 3-3-5-5.

d1. Segitiga (Kontraksi)

Pola

Deskripsi

  • Segitiga adalah sebuah pola korektif, yang dapat berkontraksi atau memperluas.
  • Bisa naik atau turun.
  • Terdiri dari lima gelombang; masing-masing memiliki sifat korektif.
     

Aturan dan Pedoman

  • Ini terdiri dari 5 gelombang.
  • Gelombang 4 dan 1 tidak saling tumpang tindih.
  • Gelombang 4 tidak boleh melampaui asal gelombang 3.
  • Secara internal, semua gelombang memiliki struktur gelombang korektif.
  • Gelombang 1 adalah gelombang terpanjang dan gelombang 5 adalah yang terpendek.
     

Di mana Elliott Wave

Segitiga terjadi pada gelombang B, X, dan 4, tidak pernah dalam gelombang 2 atau A.

Struktur Internal

Ini terdiri dari lima gelombang, struktur internalnya adalah 3-3-3-3-3.

d2. Expanding Triangle

Pola

Ascending Triangle

  • Pola Triangle ini tampak miring ke atas.
  • Pola ini telah diterapkan dalam aturan modern.
     

Descending Triangle

  • Pola Triangle ini miring ke bawah.
  • Pola ini telah diterapkan dalam aturan modern.
     

Running Triangle

  • Ini adalah pola Triangle di mana gelombang B melebihi asal gelombang A.
     

e. WXY atau Kombinasi

Pola

Deskripsi

  • Menggabungkan beberapa jenis koreksi.
  • Berlabel WXY dan WXYZ.
     

Aturan dan Pedoman

  • Membentuk pola-pola kecil untuk membuat yang lebih besar.
  • Pola triangle biasanya akan muncul di akhir.
     

Di mana Elliott Wave

  • Umumnya, kombinasi dari sebagian besar yang terjadi pada B, X, dan 4.
  • Kurang umum di A dan jarang di 2.
     

Struktur Internal

  • Zigzag diikuti oleh flat, diikuti oleh Triangle yang memiliki struktur internal berikut. 5-3-5 (Zigzag) -5-3-3-5.
     

f. Running Flat

Pola

Deskripsi

  • Bentuk kegagalan yang langka.
  • Jenis Flat dengan gelombang B dan gelombang C sangat kecil.
  • Ini bisa memperluas dari gelombang impuls.
  • Jika B adalah gelombang tiga yang jelas, maka itu adalah koreksi yang sedang berlangsung.
  • Pasar akan mengarah ke arah gelombang B.
     

Aturan dan Pedoman

  • Gelombang B harus terdiri dari tiga gelombang.
  • Gelombang C harus terdiri dari lima gelombang.
  • Gelombang C harus sangat pendek dan tidak mencapai gelombang A.
  • Gelombang C harus mengalami retracement kurang dari 100% gelombang B.
  • Gelombang C harus mengalami retracement lebih dari 60% gelombang A.
     

Di mana Elliott Wave

  • Sebagian besar waktu, itu harus terjadi pada gelombang 2 atau B.
     

Struktur Internal

  • Ini adalah struktur tiga gelombang 3-3-5.
     


Target Elliott Wave

Target untuk Elliott Wave 3 atau C

Untuk memulainya, anda dapat menggambar sebuah channel secepatnya setelah gelombang 1 dan 2 selesai. Hubungkan asal gelombang 1, yang telah diberi label sebagai nol, dan akhir gelombang 2, lalu gambar garis pararel dari atas gelombang 1.

Secara umum, channel ini dianggap tidak terlalu berguna, tetapi, pertama-tama, gambar garis paralel sebagai target minimum absolut untuk gelombang ke-3 yang sedang berkembang. Jika gelombang ke 3 tidak dapat menembus upper line atau gagal mencapainya, anda mungkin harus fokus dengan gelombang C alih-alih gelombang 3.

Selanjutnya, baseline dari 0 hingga gelombang 2 berfungsi sebagai stop loss. Ketika baseline ini ditembus, ada kemungkinan kuat bahwa gelombang 2 (atau B) menjadi lebih kompleks, sehingga gelombang 3 atau C belum dimulai.

Perlu diingat bahwa gelombang 3 biasanya adalah gelombang terkuat dan sering akan bergerak jauh melampaui upper trendline.

Target untuk Elliott Wave 4

Segera setelah gelombang 3 selesai, anda dapat menggambar channel yang menghubungkan ujung gelombang 1 dan gelombang 3 dengan garis tren dan menggambar garis pararel dari ujung gelombang 2. Dengan melakukan ini, anda dapat memproyeksikan target untuk gelombang 4. Perlu diingat bahwa biasanya baseline dari gelombang 3 akan sedikit ditembus oleh price action gelombang 4. Jika gelombang 4 tidak mendekati baseline sama sekali, ini adalah tanda tren yang sangat kuat. Anda mungkin masih dalam gelombang 3 atau anda harus bersiap-siap untuk berubah haluan ke gelombang 5.

Target untuk Elliott Wave 5

Metode 1

Segera setelah gelombang 4 selesai, anda bisa menggambar sebuah channel yang menghubungkan ujung gelombang 2 dan gelombang 4 dengan trendline dan menggambar garis pararel dari ujung gelombang 3 dan memproyeksikan ke atas gelombang 5. Ini adalah target untuk gelombang 5. Ini akan menjadi gelombang normal 5. Gelombang yang 5 yang diperluas akan mendorong lebih tinggi. Jika harga gagal mencapai trendline yang diproyeksikan untuk gelombang 5, maka pasar lemah dan anda harus melihat peluang sell-off.

Metode 2

Sebagian besar gelombang 3 adalah gelombang terkuat yang menunjukkan akselerasi sangat cepat dibandingkan gelombang 1 dan 5. Jika gelombang 3 memang menunjukkan kenaikan atau penurunan yang hampir vertikal, maka gambarlah trendline yang menghubungkan gelombang 2 dan 4 dan gambar garis paralel dari gelombang 1. Garis paralel ini akan memotong gelombang 3 dan akan menargetkan gelombang 5. Pengalaman menunjukkan ini adalah channel yang sangat berharga.

Target untuk Elliott Wave D dan E

Segera setelah gelombang B selesai, anda dapat menggambar trendline yang menghubungkan asal gelombang A dan akhir gelombang B untuk mendapatkan target di gelombang D, dengan syarat pola triangle sedang berkembang, yang lebih pasti adalah setelah menyelesaikan gelombang C.

Segera setelah gelombang C selesai, anda dapat menggambar trendline yang menghubungkan gelombang A dan akhir gelombang C untuk mendapatkan target. Karena gelombang E hampir tidak pernah berhenti di garis tren dengan tepat, gelombang tidak pernah mencapai trendline atau melampaui trendline cepat dan sementara.

Target dalam Double Zigzag

Menggambar channel sangat berguna untuk memisahkan Double Zigzag dari gelombang impulsif, yang sulit karena keduanya memiliki karakteristik impulsif. Double Zigzag cenderung pas dengan channel hampir sempurna, sementara dalam gelombang impulsif gelombang ketiga menembus channel. 


Rasio Fibonacci

Hitungan gelombang impuls dan pola korektif 5+3=8 adalah angka Fibonacci.

Menganalisa hubungan Fibonacci di antara pergerakan harga adalah penting karena beberapa alasan:

Analyzing Fibonacci relationships between price movements is important for several reasons:

1) Anda dapat mengontrol analisis gelombang anda.

2) Semakin baik rasio Fibonacci dari perhitungan gelombang anda, maka semakin akurat perhitungan anda karena dalam beberapa hal semua gelombangnya satu sama lain berhubungan.

3) Anda dapat memproyeksikan sebuah target realistis setelah anda membedakan skenario berbeda, dan mengarah ke arah sama.

4) Karena Fibonacci memanifestasikan dirinya ke dalam proporsi satu gelombang dengan gelombang lain, maka beberapa gelombangnya sering dihubungkan satu sama lain dengan rasio 2,618, 1,618, 1, 0,618, 0,382, dan 0,236. Fakta ini dapat membantu anda dalam memperkirakan target harga pada gelombang yang diproyeksikan. Jika, misalnya, gelombang 1 atau A dari tingkat apa pun telah lengkap, anda dapat memproyeksikan retracement sebesar 0,382, 0,50, dan 0,618 dari gelombang 2 atau B, yang juga akan menjadi target anda.

5) Pada sebagian besar waktu, gelombang ketiga adalah yang terkuat, sehingga anda akan seringkali menemukan gelombang 3 yang memiliki panjang sekitar 1,618 kali gelombang 1.

6) Gelombang 4 biasanya menunjukkan retracement yang kurang dari gelombang 2, seperti 0,236 atau 0,382. Jika gelombang 3 adalah gelombang terpanjang, hubungan antara gelombang 5 dan tiga seringkali adalah sebesar 0,618.

7) Sebagian besar waktu, gelombang 5 juga sama dengan gelombang 1

8) Hubungan yang sama dapat anda temukan antara gelombang A dan C. Biasanya C sama dengan A atau 1,618 kali panjang A.

9) Anda bahkan dapat menggabungkan gelombang untuk menemukan zona support dan resistance. Misalnya, pergerakan harga berikutnya dari gelombang 1 dan 3 kali 0,618 menciptakan target menarik lain untuk gelombang 5.

10) Adalah bermanfaat untuk banyak bereksperimen dengan hitungan gelombang anda, Fibonacci akan membantu anda untuk memecahkan ritme pasar.

Target

Gelombang 1

Gelombang pertama dari pergerakan harga impulsif baru cenderung berhenti di dasar koreksi sebelumnya, yaitu gelombang B. Seringkali bertepatan dengan Fibonacci Retracement 38,2% atau 61,8% dari koreksi sebelumnya.

Gelombang 2

Gelombang 2 minimalnya mengalami retracement sebesar 38,2% dan sebagian besar 61,8% atau lebih dari gelombang 1. Seringkali berhenti di subwave 4 dan lebih sering di subwave 2 dari gelombang sebelumnya. Retracement yang terjadi lebih dari 76% sangat mencurigakan, meskipun tidak melanggar aturan apa pun.

Gelombang 3

Gelombang 3 minimal sama dengan gelombang 1, kecuali untuk Segitiga. Jika gelombang 3 adalah gelombang terpanjang, maka akan cenderung lebih panjang sebesar 161% atau bahkan 261% dari gelombang 1.

Gelombang 4

Gelombang 4 mengalami retracement sebesar 23% dari gelombang 3 dan lebih sering mencapai retracement 38,2%. Biasanya mencapai wilayah subwave 4 dari gelombang 3 sebelumnya. Di pasar yang sangat kuat, gelombang 4 hanya bisa mengalami retracement sebesar 14% dari gelombang 3.

Gelombang 5

Gelombang 5 biasanya sama dengan gelombang 1 atau menempuh jarak 61,8% dari panjang gelombang 1. Gelombang ini juga bisa memiliki hubungan yang sama dengan gelombang 3 atau bisa bergerak 61,8% dari panjang gelombang 1 dan 3. Jika gelombang 5 adalah gelombang ekspansi, sebagian besar adalah sebesar 161,8% dari gelombang 3 atau 161,8% dari panjang gelombang 1 dan 3.

Gelombang A

Setelah membentuk pola Segitiga dalam gelombang kelima, gelombang A mengalami retracement ke gelombang 2 dari Segitiga gelombang 5 sebelumnya. Ketika gelombang A adalah bagian dari Segitiga, B atau 4 sering terkoreksi sebesar 38,2% dari total 5 gelombang sebelumnya (sehingga tidak hanya kelima dari yang kelima) ke dalam wilayah gelombang ke 4 sebelumnya. Dalam Zigzag, gelombang ini sering terkoreksi sebesar 61,8% dari gelombang kelima.

Gelombang B

Dalam gelombang Zigzag B, sebagian besar terkoreksi sebesar 38,2% atau 61,8% dari gelombang A. Dalam sebuah pola Flat, kira-kira sama dengan gelombang A. Dalam Expanded Flat, pola ini biasanya akan mengalami retracement dengan panjang 138,2% dari gelombang A.

Gelombang C

Gelombang C minimalnya memiliki panjang 61,8% dari gelombang A. Gelombang C bisa lebih pendek, dan dalam hal ini biasanya mengindikasikan kegagalan, yang memperkirakan percepatan dalam arah yang berlawanan. Secara umum gelombang C sama dengan gelombang A atau menempuh jarak 161,8% dari gelombang A. Dalam Expanded Flat, Gelombang C sering mencapai 161,8% dari panjang gelombang A. Dalam koreksi Segitiga, gelombang C ini seringkali sebesar 61,8% dari gelombang A.

Gelombang D

Dalam koreksi segitiga, gelombang D seringkali mengalami retracement sebesar 61,8% dari gelombang B.

Gelombang E

Dalam koreksi Segitiga, gelombang E seringkali mengalami retracement sebesar 61,8% dari gelombang C. Gelombang ini tidak boleh lebih panjang dari gelombang C!

Gelombang X

Gelombang X minimalnya terkoreksi sebesar 38,2% dari koreksi A-B-C sebelumnya; retracement 61,8% juga sering terjadi. 

Memahami Cara Menggunakan Elliott Wave adalah penting, tetapi jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker menyediakan elliott wave indicator alias indikator elliot wave yang canggih untuk mengidentifikasi gelombang dengan cara yang benar. Sebagai tambahan, gunakan Expert Advisor Builder dan hasilkan strategi Elliott Wave otomatis dalam beberapa klik tanpa menulis kode (Uji Coba GRATIS 14 Hari).

ea forex

>> Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.

copy trade

>> Hasilkan hingga $2000 per klien atau komisi hingga 50% - Menjadi Partner AM Broker

>> Hasilkan kapan saja, di mana saja, bagaimanapun


Apa Selanjutnya?

 

Kategori :  Education