Apa itu Price Action dalam Forex - Panduan Price Action 2019

Terlepas dari strategi atau sistem yang anda gunakan untuk bertransaksi, memiliki pemahaman yang kuat tentang Price Action dapat membuat anda menjadi trader yang lebih baik. Jika anda menyukai sesuatu hal yang sederhama dan minimalis, anda pasti tertarik untuk menjadi seorang trader Price Action yang "murni" dan menghapus semua variabel yang tidak diperlukan pada grafik anda.


Apa itu Price Action Trading?

Price Action adalah tentang bagaimana harga berubah dari waktu ke waktu - aksi atau pergerakan harganya. Ini mudah untuk diamati pada pasar yang memiliki likuiditas serta volatilitas harga, seperti pada pasar Forex, di mana apa pun yang dibeli atau dijual secara bebas di pasar akan menunjukkan semacam price action.

Konsep dari price action trading meliputi analisis dasar pergerakan harga sebagai metodologi spekulasi keuangan, seperti yang digunakan oleh banyak trader retail dan trader institusional. Karena mengabaikan faktor fundamental dari sekuritas (Saham, Komoditas, Forex) dan terutama hanya melihat pada histori harga sekuritas, ini merupakan bentuk analisis teknikal.

Apa yang membedakan price action trading dari sebagian besar bentuk analisis teknikal lainnya adalah bahwa fokus utamanya adalah hubungan harga sekuritas saat ini dengan harga masa lalu. Histori masa lalu ini termasuk swing tertinggi dan swing terendah, garis tren, dan level support serta resistance.

Trader mengamati ukuran relatif, bentuk, posisi, pertumbuhan (ketika mengamati harga real-time saat ini) dan volume dari bar pada bar OHLC atau grafik candlestick.


Belajar Kemampuan Price Action

Ada tiga kelompok kemampuan dasar:

  • Analisis
  • Strategi Trading
  • Money Management.

Psikologi trading juga penting, tetapi tidak akan dibahas di sini. Cukup dengan mengatakan meningkatkan fokus, disiplin diri, tanpa emosi, serta sikap objektif terhadap kekalahan dan kemenangan adalah suatu hal yang sangat penting untuk kesuksesan anda.

Jadi, untuk membuat PC anda menjadi sebuah ATM pribadi, anda perlu menguasai keterampilan berikut:

•    Analisis:
 Kemana kemungkinan pergerakan harga.
•    Strategi Trading: Memutuskan .di bawah kondisi dan sisi pasar apa  untuk memasuki trading.
•    Money Management: Memutuskan seberapa besar risiko di setiap transaksi, dan kapan waktunya mengambil keuntungan.

Lanjutkan membaca atau mulai bermain di akun demo forex, dan pelajari price action secara langsung.


Indikator Price Action

Untuk mendapatkan gambaran keseluruhan dari tren serta level support dan resistance yang kuat, kita perlu melihat grafik dengan jangka waktu yang lebih besar seperti grafik harga mingguan atau grafik harian; kemudian pindah ke kerangka waktu grafik yang lebih kecil seperti grafik 4 jam, dan satu jam; sebelum akhirnya menggunakan grafik 30, 15, atau 15 menit untuk menentukan titik entry yang baik.

Pada kerangka waktu tertentu, terlepas itu grafik tahunan atau grafik 1 menit, trader price action akan hampir tanpa terkecuali memeriksa terlebih dahulu untuk melihat apakah pasar sedang berada pada tren naik atau turun, atau apa tren cenderung bergerak dalam range. Konsep dari tren adalah salah satu konsep utama dalam analisis teknikal. Tren naik atau turun atau mulai sideways. Tren naik dikenal sebagai tren bullish, atau reli. Sementara tren bearish atau tren turun adalah di mana pasar bergerak ke bawah.

Bagi yang benar-benar pemula, tren ke atas sederhananya dapat digambarkan sebagai periode waktu di mana harga telah naik. Lebih khusus lagi, kami akan mencari setidaknya dua higher high dan dua higher low untuk membentuk tren baru dan setidaknya 3 serangkaian higher high dan higher low sebagai konfirmasi.

Pasar bear atau tren turun adalah di mana ketika kita melihat serangkaian posisi dari lower low dan lower high. Asumsi dari price action adalah serangkaian korelasi, dalam tren, di mana pasar cenderung untuk melanjutkan bergerak ke arah tersebut hingga memberikan sinyal pembalikan.

Definisi Tren Sideways

Pasar ranging atau tren sideways tidak begitu mudah ditentukan, tetapi inilah yang ada ketika tidak ada tren yang terlihat. Ini digambarkan seperti lantai dan langit-langit, yang selalu menjadi bahan perdebatan. Range juga dapat disebut sebagai horizontal channel. Pasar ranging seringkali menampilkan pergerakan harga horizontal ketika kekuatan permintaan dan penawaran hampir sama.

Tren sideways umumnya merupakan hasil dari pergerakan harga antara level support dan resistance yang kuat. Tren sideways dianggap sebagai periode konsolidasi sebelum harga berlanjut ke arah pergerakan sebelumnya. Tidak jarang bahwa tren horizontal mendominasi price action dari pasangan mata uang tertentu untuk periode waktu yang lama sebelum memulai pergerakan yang lebih tinggi atau yang lebih rendah.

Level Support dan Resistance

Level Support atau Resistance adalah level harga yang telah ditolak pasar setidaknya dua kali dan menahan pasar untuk menembus level baru. Support/Resistance dari level yang diidentifikasi dianggap lebih kuat jika harga seringkali tidak mampu bergerak melampaui level tersebut.

Mungkin ada banyak alasan mengapa harga telah ditolak pada level ini; akumulasi order beli (pada level support), atau order jual (pada level resistance); di mana pembeli tertarik oleh level yang lebih rendah (level support), atau penjual tertarik oleh level yang lebih tinggi (level resistance); pembeli berpikir atau merasa pasar akan naik (support), atau penjual berpikir atau merasa pasar akan turun, dll.

Support/Resistance biasanya sering ditemukan pada level harga yang bulat seperti 0.9000 atau 1.1000. Banyak trader yang tidak berpengalaman cenderung membeli/menjual ketika harga berada pada bilangan yang bulat karena target harga atau order stop loss yang ditetapkan trader retail dan beberapa trader institusional besar ditempatkan pada level harga bulat dibandingkan pada harga seperti 0.9004 atau 1.9234. Karena ada begitu banyak order ditempatkan pada level yang sama, angka bulat ini cenderung bertindak sebagai batasan harga yang kuat. Banyak trader teknikal akan menggunakan level support dan resistance yang teridentifikasi untuk menentukan harga entry/close yang strategis karena area ini seringkali menggambarkan harga yang paling berpengaruh pada arah harga aset.

3 Aturan sederhana untuk menggambarkan level support dan resistance yang sempurna

  • Aturan No. 1: Harga harus ditolak setidaknya dua kali dari level tersebut
  • Aturan No. 2: Semakin banyak penolakan, semakin penting level tersebut
  • Aturan No. 3: Penolakan yang terbaru lebih penting dibandingkan penolakan di masa yang lebih lama
     

Level Support dan Resistance Fibonacci

Fibonacci adalah merupakan alat yang sangat populer di kalangan trader teknikal, dan didasarkan pada angka-angka kunci yang diidentifikasi oleh matematikawan bernama Leonardo Fibonacci di abad ketiga belas. Trader Price Action menggunakan Fibonacci Retracement atau level extensionnya sebagai area support dan resistance yang potensial. Karena ada begitu banyak trader memperhatikan level yang sama serta menempatkan order beli dan jual untuk entry trading atau menempatkan stop loss, level support dan resistancenya cenderung menjadi cara memprediksi yang baik dengan sendirinya. Trader juga menggunakan level extension Fibonacci sebagai level take profit.

Sekali lagi, karena ada begitu banyak trader yang memperhatikan level-level ini untuk menempatkan order beli dan jual atau untuk mengambil keuntungan, alat ini cenderung lebih sering digunakan daripada tidak karena dapat memprediksi dengan baik dengan sendirinya.

Deret angka Fibonacci tidak sepenting seperti hubungan matematikanya, yang dinyatakan sebagai rasio, antara beberapa angka dalam suatu seri. Dan untuk trader price action, yang terpenting adalah bukan tentang hubungan matematisnya, tetapi fakta bahwa harga sering bereaksi terhadap rasio kunci Fibonacci 61.8, 38.2%, dan 23.6% - bergerak menuju level ini seperti magnet; kemudian menjauh dari level tersebut juga dengan cepat, terutama ketika harga memantul atau berhasil menembusnya. Dalam analisis teknikal, Fibonacci Retracement atau extension dibuat dengan cara menarik garis dari dua titik ekstrem (baik puncak/lembah utama atau support/resistance utama) pada grafik harga dan membagi jarak vertikal dengan rasio kunci Fibonacci 23.6%, 38.2%, 61.8%, 78.6%, dan 100%. Setelah level-level ini diidentifikasi, garis-garis horizontal digambarkan dan digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan level support dan resistance. Di MetaTrader 5, terdapat sebuah alat Fibonacci yang dapat anda gunakan dengan mudah setelah anda mengetahui apa yang anda lakukan.

Selain rasio yang dijelaskan di atas, banyak trader juga menyukai level 50%. Level retracement 50% bukan merupakan rasio Fibonacci yang sebenarnya, namun ini karena kecenderungan suatu aset akan melanjutkan ke arah tren tertentu setelah mencapai retracement 50%.


Strategi Price Action - Dua Aturan Utama

Salah satu pengamatan utama dari trader price action adalah bahwa pasar seringkali kembali bergerak ke level harga di mana harga berbalik atau berkonsolidasi. Jika pasar berbalik pada level tertentu, maka saat kembali ke level tersebut, trader price action mengharapkan bahwa pergerakan pasar akan berlanjut melewati titik pembalikan atau kembali bergerak berbalik. Trader tidak akan melakukan tindakan apa pun hingga pasar telah membuat satu atau lebih pergerakan seperti itu. Seringkali ini memunculkan entry trading dengan probabilitas yang lebih tinggi, setelah titik ini berlalu dan pergerakan harga dapat terus berlanjut atau kembali berbalik.

Trader price action tidak mengambil peluang pertama, melainkan menunggu entry kedua untuk melakukan trading. Sebagai contoh, upaya kedua ketika pasar bearish memaksa pasar untuk turun ke posisi terendah yang baru, dan jika gagal, akan membentuk sebuah double bottom dan titik di mana bearish akan meninggalkan pendapat bearish mereka dan mulai membeli, bergabung bersama bullish dan menghasilkan pergerakan ke atas yang kuat. Juga sebagai contoh, setelah break-out dari trading range atau trend line, pasar dapat kembali ke level break-out dan tidak kembali ke trading range atau tren, sehingga ini dapat menimbulkan pembalikan dan melanjutkan break-out. Ini juga dikenal sebagai ‘konfirmasi’.

Trader price action sering menggunakan pendekatan kedua ini sebagai titik entry mereka untuk trading.

Bar Reversal

Reversal bar atau pembalikan menandakan akan terjadinya pembalikan tren saat ini. Saat melihat sinyal bar, trader akan menganggapnya sebagai tanda bahwa arah pasar akan berbalik. Bar pembalikan bullish idelanya harus ditutup jauh dari atas pembukaannya, dengan ekor bawah yang relatif besar (30% hingga 50% dari batang) dan ekor atas yang kecil atau tidak ada, dan hanya memiliki rata-rata atau di bawah rata-rata bar sebelumnya, dan dalam trennya memiliki lower low dari bar sebelumnya. Bar pembalikan bearish adalah kebalikannya.

Pembalikan dianggap sebagai sebuah sinyal yang lebih kuat jika titik ekstrimnya lebih jauh naik atau turun daripada tren saat ini yang akan dicapainya jika terus bergerak seperti sebelumnya, mis. pembalikan bullish akan memiliki titik terendah yang berada di bawah garis perkiraan yang dibentuk oleh titik terendah dari tren bearish sebelumnya. Ini disebut juga dengan ‘overshoot’. Bar reversal sebagai sinyal juga dianggap lebih kuat ketika terjadi pada level harga yang sama dengan pembalikan tren sebelumnya.

Interprestasi price action dari bar pembalikan bullish adalah bahwa hal itu menunjukkan tekanan jual di pasar telah melewati klimaksnya dan saat ini pembeli telah datang ke pasar dnegan kuat dan mengambil alih, mendikte harga yang naik tajam dari titik terendahnya saat harga turun. Ini bisa terjadi secara tiba-tiba karena relatif kurangnya penjual menyebabkan tawaran pembeli naik ke atas.

Gerakan ini diperburuk oleh trader jangka pendek dan scalper yang menjual di harga bawah dan saat ini harus membuka posisi beli kembali jika mereka ingin menutupi kerugian mereka.

Pull-back

Membeli ketika tren lemah dan menjual ketika tren kuat adalah seni dari pullback. Pull-back adalah gerakan di mana pergerakan tren pasar cenderung acak atau kembali bergerak dari breakout tetapi tidak bergerak kembali ke awal tren atau awal breakout. Jenis pergerakan harga ini mungkin dilihat sebagai pembalikan yang singkat dari tren yang berlaku, dan menandakan adanya sedikit jeda dalam Momentum.

Seringkali pullback dilihat sebagai sebuah peluang beli setelah suatu mata uang memiliki pergerakan harga yang besar.

Akan tetapi, penting untuk menganalisis secara dekat setiap pullback karena ini mungkin merupakan tanda pembalikan tren yang pasti atau adanya sedikit jeda dalam tren, di mana masing-masing memiliki implikasi trading yang sangat berbeda. Salah satu teknik entry price action adalah dengan mengikuti pullback dengan tujuan untuk entry mengikuti tren di akhir pullback. Inilah prosesnya:

  • Langkah Satu

Tentukan tren utama terlebih dahulu (baik tren naik atau turun) pada time frame per jam. Exponential Moving Average – EMA (50, 100, & 200) serta garis tren dapat digunakan untuk menentukan arah dari tren utama ini.

  • Langkah Dua

Setelah menentukan arah tren pada time frame per jam, kita perlu melihat ke dalam grafik 30 menit, kemudian grafik 15 menit untuk menentukan bahwa tren berada pada arah yang sama dengan tren per jam. Kita juga perlu melihat pullback pada time frame ini untuk mengetahui apakah fase-fase tersebut berhubungan.

  • Langkah Tiga

Pada grafik 5 menit, kita perlu menggambarkan garis tren. Kita perlu menunggu harga untuk bergerak melewati garis tren dan melakukan entry setelah kembali ke garis tren. Tunggu harga untuk bergerak kembali ke harga dari garis tren dan benar-benar berhenti di sekitar tren tersebut. Entry dapat dilakukan pada pembentukan candle atau bar berikutnya di atas garis tren.

Breakout

Breakout terjadi ketika harga “break” dari beberapa jenis konsolidasi atau trading range. Breakout juga dapat terjadi ketika level harga tertentu berhasil ditembus – seperti level support dan resistance, pivot point, level Fibonacci, dll. Dengan melakukan trading breakout, tujuannya adalah untuk memasuki pasar secara tepat ketika harga breakpit dan kemudian terus mengikuti pergerakannya hingga volatilitasnya turun.

Ketika melakukan trading breakout, penting untuk anda memahami bahwa ada dua jenis utama dari breakout:

  • Continuation breakout
  • Reversal breakout


Mengetahui jenis breakout apa yang anda lihat dapat membantu anda untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di pasar secara keseluruhan. Breakout sangat penting karena dapat mengindikasikan adanya perubahan dalam penawaran dan permintaan suatu pasangan mata uang yang anda transaksikan. Perubahan dalam sentimen ini dapat memicu pergerakan yang berkelanjutan, sehingga memberikan anda peluang bagus untuk mendapatkan beberapa keuntungan.

Setelah breakout bergerak lebih lanjut ke arah breakout pada satu atau dua atau tiga bar, pasar seringkali akan bergerak kembali ke arah yang berlawanan dalam pull-back, yaitu ketika pasar mengalami pullback dari arah breakout. Cara yang bagus untuk entry ketika pada breakout adalah menunggu hingga harga kembali bergerak ke level awal breakout dan memastikan apakah harga memantul kembali dan menciptakan harga tertinggi atau terendah baru (tergantung pada arah mana anda melakukan trading).

False Breakout

Breakout mungkin tidak mengarah pada akhir dari pergerakan pasar sebelumnya, dan apa yang dimulai dengan pullback dapat berkembang menjadi breakout yang gagal, yakni pasar bisa kembali ke pola lamanya. Jika pasar mengalami breakout sejauh lima tick dan tidak mencapai target profitnya, maka trader price action akan melihat ini sebagai breakout lima tick yang gagal dan akan kembali melakukan entry ke arah yang berlawanan di ujung dari bar breakout untuk mengambil keuntungan order stop dari kerugian order yang dialami trader ketika exit sebelumnya.

Dalam situasi tertentu di mana trader price action telah mengamati breakout, melihatnya gagal, dan kemudian memutuskan untuk trading dengan harapan untuk mendapatkan untung dari kegagalan tersebut, ada bahaya bagi trader bahwa pasar akan kembali berbalik dan melanjutkan pergerakannya, yang menyebabkan kerugian bagi trader tersebut. Ini dikenal sebagai kegagalan yang gagal dan ditransaksikan dengan mengambil kerugian serta membalikkan posisi. Bukan hanya kegagalan breakout yang gagal, sinyal gagal lainnya juga dapat terjadi pada saat terakhir momen terakhir terlihat seperti baik dan menjadi ‘kegagalan yang gagal’.

Break Trend Line

Ketika pasar memiliki tren yang kuat, seorang trader biasanya dapat menggambarkan garis tren di sisi yang berlawanan dari pasar di mana pergerakan harga kembali mencapai ke harga sebelumnya. Setiap harga bergerak kembali ke garis tren yang ada adalah merupakan ‘break garis tren’ dan merupakan tanda pelemahan. Ini adalah petunjuk bahwa tren pasar akan segera berbalik atau setidaknya laju tren akan terhenti untuk suatu periode.

Sebuah overshoot garis channel tren mengacu pada pergerakan harga yang jelas dari channel tren yang dapat dilihat lebih jauh ke arah tren. Sebuah overshoot tidak harus menjadi bar pembalikkan karena dapat terjadi selama bar bersama dengan tren. Terkadang, ini juga mungkin tidak menghasilkan sebuah pembalikan sama sekali, namun ini hanya akan memaksa trader untuk lebih menyesuaikan definisi channel tren.

Trading dengan break garis tren cukup sederhana: langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menemukan tren kenaikan yang kuat. Terapkan garis tren untuk membantu melihat tren tersebut secara visual serta untuk digunakan sebagai “pembatas” untuk price action. Saat ini kita perlu menunggu indikator price action menembus garis tren dan menuju ke bawah, di mana order jual saat ini dapat dilakukan. Saat ini kita memiliki order jual yang terbuka dan terkunci pada beberapa pip forex, fokus kita selanjutnya adalah merencanakan exit. Berdasarkan pengetahuan kita tentang pola pembalikan candlestick, kita tidak hanya akan menggunakan ini untuk entry, tetapi juga untuk exit. Untuk exit dari posisi terbuka, trader harus mengenali pola pembalikan dan exit dari transaksi yang sesuai.

Double, Triple Top dan Bottom

Ketika pasar mencapai titik harga yang dipandang trader ekstrem, sering kali harga kembali bergerak dari harganya tersebut untuk kembali ke tingkat harga tersebut. Dalam situasi di mana level harga bertahan dan pasar kembali bergerak ke pergerakan sebelumnya, dua pembalikan pada level tersebut dikenal sebagai double top bearish flag, atau double bottom bullish flag, atau cukup double top/double bottom dan mengindikasikan bahwa retrace akan berlanjut.

Sebuah pullback sangat umum terjadi setelah double top atau bottom dan bahkan lebih umum setelah triple top atau bottom. Ini mirip dengan pola head and shoulder klasik. Trader price action akan mentransaksikan pola ini, misal. Double Top, dengan menempatkan order sell stop 1 tick d bawah bar yang menggambarkan ‘top’ kedua. Jika order tersebut tereksekusi, maka trader dapat menetapkan order stop loss sebagai pelindung 1 tick di atas bar yang sama.

Trading Pasar Ranging

Selama tren pasar sangat kuat, mayoritas trader Forex trading secara menguntungkan dan nyaman, namun begitu tren selesai semua jenis masalah muncul: sistem yang mengikuti tren tidak lagi bekerja, frekuensi sinyal entry yang palsu meningkat, menimbulkan kerugian tambahan yang memakan keuntungan yang dihasilkan sebelumnya. Pertimbangkan bahwa pasar Forex menghabiskan waktu hingga 50% dalam keadaan sideways yang tidak memiliki tren, pengetahuan tentang bagaimana menangani pasar-pasar yang berada pada kondisi range-bound menjadi sangat penting.

Setelah trader mengidentifikasi trading range, mis. kurangnya tren serta batas atas dari pergerakan pasar yang naik dan batas bawah dari pergerakan pasar yang turun, maka trader price action akan menggunakan salah satu dari dua strategi; mereka akan menggunakan batas atas dan bawah sebagai titik entry, menunggu harga kembali ke rata-rata; atau menggunakan level batas atas dan batas bawah sebagai pembatas yang dapat ditembus pasar, dengan harapan bahwa breakout akan gagal dan pasar akan berbalik (lihat breakout di atas).

Karena trading range sulit untuk ditransaksikan, trader price action akan sering menunggu setelah melihat harga tertinggi pertama yang lebih tinggi dan pada kemunculan breakout kedua yang diikuti oleh kegagalan. Ini akan dianggap sebagai trading bearish dengan probabilitas yang tinggi, dengan middle range sebagai target profit. Ini disukai, pertama karena middle range trading akan cenderung bertindak sebagai magnet price action dan kedua karena higher high beberapa poin lebih tinggi, sehingga menawarkan beberapa poin keuntungan yang lebih banyak jika berhasil.

Dan ketiga karena adanya kepercayaan terhadap dua aturan pasar bahwa pasar akan menghasilkan pergerakan yang dapat ditransaksikan di arah yang berlawanan.


Proses Pengambilan Keputusan Price Action

Terlepas dari analisis dan sinyal yang digunakan, sebelum melakukan trading, trader perlu mempelajari proses pengambilan keputusan price action yang telah ia lakukan sebelumnya.

  • Apa pergerakan harga yang paling memungkinkan? Naik atau turun? Ini dapat ditentukan melalui analisis pasar, melihat dan mengukur informasi harga, dan membuat panduan yang dipelajari berdasarkan logika dan keyakinan trader.

  • Haruskah saya masuk atau tidak? Trader harus cukup yakin bahwa sinyal trading yang memiliki peluang keberhasilan yang cukup baik serta rasio risk/reward yang solid sebelum “mengambil posisi”. Posisi dapat berupa membeli (untung ketika harga bergerak naik) atau menjual (untung ketika harga turun).

  • Kapan waktu terbaik bagi saya untuk entry? Harga terus bergerak, dan penting untuk bersabar demi menemukan titik entry terbaik dibandingkan melompat begitu trader berpikir bahwa mereka melihat peluang.
  • Seberapa besar risiko saya? Keputusan ini akan ditentukan oleh strategi money management trader.

  • Berapa banyak keuntungan yang harus saya ambil? Seorang trader juga perlu memiliki ide seberapa banyak dia bertahan pada posisinya sebelum keluar. Harga dapat bergerak sesuai keinginan trader lalu bergerak melawannya. Trader perlu tahu kapan mereka mengambil risiko yang cukup dan menentukan kapan untuk mengambil sebagian atau seluruh uang mereka dari trading.


Memahami Indikator Price Action dan caranya bekerja adalah penting. Tetapi, jika anda membutuhkan bantuan, platform MT5 AM Broker menawarkan sepertangkat Indikator Price Action yang berguna, di mana trainer kami juga dapat memberikan anda panduan yang tepat. Anda juga dapat mulai bermain di akun demo forex dan perhatikan bagaimana Indikator Price Action dapat menghasilkan uang yang banyak untuk anda.

Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah EA Forex terbaik di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).
 

Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.

Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Hasilkan kapan saja, di mana saja, bagaimanapun 

Apa Selanjutnya?

1. Robot Forex Profit Konsisten Terbaik

2. Harmonic Pattern Dalam Trading Forex

3. Memilih Broker Forex Terbaik di Indonesia 2019

 

Kategori :  Forex