Moving Average Adalah - Setting Moving Average Terbaik

moving average adalah

Moving Average adalah salah satu indikator teknikal yang paling umum digunakan. Moving Average adalah salah satu cara untuk memperhalus fluktuasi harga dan membantu anda untuk membedakan antara "noise" yang biasa terjadi di pasar dengan tren reversal sebenarnya. Artikel ini akan mengajarkan anda apa itu Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), Weighted Moving Average (WMA), dan yang lebih penting lagi, pada artikel ini kita juga akan membahas tentang setting moving average terbaik.

Moving average dapat diadaptasi menjadi indikator momentum utama. Dengan menempatkan banyak Moving Average dengan durasi yang berbeda pada grafik kita, kita dapat membuat sebuah indikator momentum yang bermanfaat dan metode Moving Average terbaik – yakni crossover.

Moving Average Adalah

Sesuai namanya, Moving Average (MA) untuk periode tertentu bukan berarti menggambarkan harga pada saat tertentu. Sebaliknya, setiap titik pada garis-garis tersebut adalah merupakan rata-rata harga penutupan dari sejumlah candlestick atau periode yang telah berlangsung sebelumnya.

Sebagai contoh, pada satu titik waktu tertentu, MA dengan periode 200 berarti menggambarkan rata-rata harga selama 200 periode terakhir. Pada grafik satu menit, di mana setiap candlestick menunjukkan pergerakan harga selama satu menit, MA dengan periode 200 berarti terdiri dari serangkaian rata-rata harga penutupan 200 candlestick satu menit terakhir. Sementara pada grafik harian, Moving Average dengan periode 200 berarti menunjukkan serangkaian rata-rata harga penutupan 200 hari terakhir.

Karena setiap harga penutupan terbaru ditambahkan, maka data harga penutupan yang paling lama akan dihilangkan dari perhitungan, itulah mengapa indikator ini disebut dengan Moving Average, atau biasa disingkat dengan MA. Dengan kata lain, apa yang digambarkan oleh MA pada setiap candlestick baru adalah hasil perhitungan dari menghilangkan harga penutupan terlama dan menggantikannya dengan harga penutupan terbaru. Sebagai contoh, selama periode 251 candlestick, perhitungan MA dengan periode 200 akan menghilangkan harga penutupan dari candlestick ke-250, dan menggantikannya dengan yang terbaru, yaitu periode ke-251. Kemudian, 200 harga penutupan terbaru tersebut akan dijumlahkan dan kemudian dibagi 200 sehingga akan menghasilkan tingkat harga terbaru dari MA dengan periode 200, yang mana ini adalah merupakan rumus Moving Average yang paling sederhana, yang disebut juga dengan Simple Moving Average (SMA).

Lanjutkan membaca untuk informasi lebih lanjut atau mencoba trading bebas risiko dengan akun trading, dan pelajari secara langsung apa itu moving average.

>> Gunakan kode WELCOME20 pada saat mendaftar untuk mendapatkan No Deposit Bonus $20 GRATIS

Memahami Indikator Moving Average

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Indikator Moving Average memiliki dua keunggulan jika dibandingkan dengan indikator jenis tren lainnya:


1. Memperjelas arah tren: Sebagai sebuah rata-rata dari harga real time untuk periode waktu tertentu, MA dapat menyaring pergerakan harga yang acak, dan kemudian menggambarkannya menjadi sebuah tren yang lebih halus dan juga lebih jelas berdasarkan dengan periodenya dibandingkan dengan hanya melihat tren dari serangkaian candlestick. Karena Moving Average adalah garis tren yang dinamis dan berubah-ubah, MA juga dapat menggambarkan tampilan yang bermanfaat saat fluktuasi harga secara keseluruhan lebih lemah, yang mana hal ini mungkin akan luput dari perhatian jika anda menggambarkannya dengan sebuah garis trend line lurus atau sebuah channel.

2. Seringkali menggambarkan support/resistance (S/R) yang handal karena MA semua orang terlihat sama: Indikator ini dibuat berdasarkan sebuah rumus matematika yang objektif, sehingga tidak seperti trend line atau channel line, beberapa jenis MA (Simple Moving Average - SMA, Exponential Moving Average - EMA, Weighted Moving Average - WMA) dan periode dari MA pada kerangka waktu yang digunakan akan terlihat sama pada grafik semua orang, serta menggambarkan tren dan S/R yang sama pula bagi yang melihatnya. Ini merupakan hal yang berharga. Dengan memperhatikan MA yang paling banyak digunakan oleh beberapa indikator forex terbaik, maka anda juga dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Moving Average dan apa yang diyakini oleh sebagian besar orang dapat dijadikan sebagai S/R dari trend line. Terlebih lagi, indikator ini juga memungkinkan anda untuk mengantisipasi dan mengeksploitasi pergerakan harga.


Rumus Simple Moving Average

Simple Moving Average (SMA) menghitung rata-rata dari n harga terakhir, di mana n mewakili jumlah periode yang ingin anda rata-ratakan:

Rumus Simple Moving Average = (P1 + P2 + P3 + P4 + ... + Pn) / n

Sebagai contoh, empat periode SMA dengan harga 1.2640, 1.2641, 1.2642, dan 1.2641 akan menghasilkan Moving Average sebesar 1.2641 jika menggunakan perhitungan [(1.2640 + 1.2641 + 1.2642 + 1.2641) / 4 = 1.2641].

Meskipun dengan mengetahui cara menghitung Moving Average adalah keterampilan yang baik, trading platform dan chart platform akan memperhitungkannya secara otomatis untuk anda. Cukup pilih indikator SMA dari daftar indikator charting, terapkan pada chart, dan sesuaikan jumlah periode yang ingin anda gunakan.

Anda biasanya dapat menyesuaikan indikator di bagian Setting pada platform trading anda. Di sebagian besar platform, anda juga dapat menemukan setting tersebut dengan mengklik dua kali pada indikator.


Rumus Exponential Moving Average

Exponential Moving Average (EMA) adalah merupakan rata-rata tertimbang dari n harga terakhir, di mana setiap bobotnya akan berkurang secara eksponensial dengan setiap harga/periode sebelumnya. Dengan kata lain, rumus ini memberikan harga terbaru dengan bobot yang lebih banyak dibandingkan harga sebelumnya.

Rumus Exponential Moving Average = [Harga Penutupan - EMA sebelumnya] * (2 / n+1) + EMA sebelumnya

Sebagai contoh, empat periode EMA dengan harga 1.5554, 1.5555, 1.5558, dan 1.5560, di mana nilai terakhir menjadi yang terbaru, akan menghasilkan nilai EMA saat ini sebesar 1.5558 jika menggunakan perhitungan [(1.5560 - 1.5558 x (2/5) + 1.5558 = 1.55588].

Sama seperti SMA, platform charting anda akan memperhitungkan EMA secara otomatis untuk anda. Pilih EMA dari daftar indikator yang ada di platform charting dan terapkan ke chart anda. Masuk ke setting dan sesuaikan berapa periode yang akan dihitung oleh indikator, misalnya, periode 15, 50, atau 100.
 

Rumus Weighted Moving Average

Weighted Moving Average (WMA) memberikan anda sebuah perhitungan rata-rata tertimbang dari n harga terakhir, di mana setiap bobotnya akan berkurang dengan setiap harga sebelumnya. Metode perhitungan ini hampir mirip dengan EMA, meskipun sebenarnya anda akan memperhitungkan WMA secara berbeda.

Rumus Weighted Moving Average = (Harga * Faktor Pembobotan) + (Harga Periode Sebelumnya * Faktor Pembobotan - 1)...

WMA dapat memiliki pembobotan berbeda yang ditetapkan berdasarkan jumlah periode yang digunakan dalam perhitungan. Jika anda ingin memperhitungkan Weighted Moving Average dari empat harga berbeda, maka pembobotan harga terbaru adalah sebesar 4/10, periode sebelumnya akan memiliki pembobotan sebesar 3/10, sebelumnya lagi akan memiliki pembobotan sebesar 2/10, dan begitu seterusnya.
 

Simple Moving Average vs Exponential Moving Average vs Weighted Moving Average

Kelemahan utama dari menggunakan garis single Moving Average adalah karena sifatnya yang terdiri dari serangkaian harga rata-rata sebelumnya, maka mereka cenderung lebih lambat dari harga saat ini. Namun, jika anda menggunakan beberapa garis MA secara bersamaan, maka anda bisa mengubah MA dari indikator yang lambat alias lagging menjadi sebuah indikator utama. Untuk memperbaiki sebagian keterlambatan atau lag yang terjadi pada Simple Moving Average (SMA) individual, gunakanlah Exponential Moving Average (EMA), dan Weighted Moving Average (WMA). Sementara kita mengesampingkan perbedaan matematis, perlu anda ketahui bahwa meskipun SMA memberikan bobot yang sama pada harga terbaru dan terlama, namun WMA dan EMA menetapkan bobot yang lebih besar untuk data terbaru sehingga sedikit lebih responsif terhadap perubahan harga terbaru.Tidak ada sebuah konsensus yang jelas tentang mana yang lebih baik atau mana yang lebih populer. Mengetahui apakah satu atau yang lainnya dapat bekerja lebih baik untuk anda akan menjadi sebuah masalah ketika anda melakukan eksperimen (lihat bagaimana EA Builder Forex dapat menghasilkan setting Moving Average terbaik hanya dalam beberapa kali klik). WMA dan EMA yang lebih responsif akan lebih akurat jika harga terakhir menunjukkan ke mana arah tren. Terkadang itu benar, dan terkadang tidak.
 

Moving Average Paling Penting Untuk Diperhatikan

MA dengan periode 5, 10, 20, 50, 100, dan 200 adalah merupakan periode yang paling banyak digunakan di sebagian besar pasar dan kerangka waktu. Periode tersebut adalah merupakan sampel standar dari periode MA yang lebih pendek dan lebih panjang, serta memberikan gambaran yang lebih memuaskan. Terlebih lagi, periode tersebut juga dipandang dapat digunakan sebagai S/R karena trader percaya bahwa garis tersebut adalah merupakan titik S/R.

MA dengan periode yang lebih panjang juga populer sebagai indikator untuk Support/Resistance. Sebagai contoh, bahkan media keuangan utama yang ditujukan kepada orang awam akan menyebutkan jika indeks saham utama melewati 50 atau 200 hari. Sementara media forex (yang ada secara ekslusif di internet) akan dengan cepat mencatat bahwa suatu pasangan mata uang major telah menyentuh atau melewati salah satu MA dengan durasi yang lebih panjang seperti MA 50, 100, atau 200 hari MA. Oleh karenanya MA dalam kerangka waktu yang lebih lama seperti 20, 50, atau 200 hari, minggu, dan bulan mendapatkan lebih banyak perhatian karena mereka dapat menggambarkan titik s/r yang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan durasi yang lebih pendek.

Tentunya, cobalah beberapa variasi dari indikator ini. Sebagai contoh, beberapa trader mungkin lebih tertarik untuk memperpendek sampel demi mendapatkan sinyal yang lebih awal (dengan mendapatkan risiko sinyal palsu yang juga lebih awal). Pada intinya, pengambilan sampel dengan periode yang lebih pendek atau lebih lama memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah ringkasannya:
 

Setting Moving Average Terbaik da MetaTrader 4/5

Untuk memahami dan menggunakan MA, anda terlebih dahulu perlu memahami kekuatan dan kelemahan relatif dari MA dengan periode yang panjang dan lebih pendek, serta yang lebih panjang pada grafik harian hingga grafik bulanan dibandingkan dengan kerangka waktu yang lebih pendek. Inilah yang perlu anda ketahui tentang setting indikator moving average akurat da MetaTrader 5. 

Durasi Yang Lebih Pendek (Periode 5, 10, 20): Lebih Responsif terhadap Perubahan Harga, Lemah, Support/Resistance Kurang Signifikan

Keuntungan:

  • Lebih responsif terhadap perubahan harga dan lebih cepat dalam menunjukkan perubahan tren.
  • Lebih baik dalam menunjukkan tren jangka pendek.
  • Dapat memberikan peringatan tentang perubahan tren ketika memotong MA dengan durasi yang lebih panjang.

Kerugian:

  • Lebih lemah, s/r kurang signifikan, sehingga tidak dapat memberikan sinyal yang andal dalam menentukan kelanjutan tren reversal seperti pada MA dengan periode yang lebih panjang, terutama ketika menembus atau tertahan.
  • MA dengan durasi yang lebih pendek tidak dapat menampilkan tren secara keseluruhan seperti pada MA dengan durasi yang lebih panjang, terutama ketika harga memantul karena MA dengan durasi yang lebih pendek mengikuti setiap pergerakan harga dengan sangat ketat.

Durasi Yang Lebih Panjang (50, 100, 200 Periods): Kurang Responsif Terhadap Perubahan Harga, Lebih Kuat, S/R Lebih Signifikan

Keuntungan:

  • S/R yang lebih kuat dan lebih signifikan dapat memberikan sinyal yang andal terkait dengan kelanjutan atau reversal tren, terutama ketika harga menembus atau tertahan.
  • Lebih baik dibandingkan MA dengan periode yang lebih pendek karena dapat menampilkan kondisi tren secara keseluruhan meskipun ketika harga bergerak volatil. Hal ini terjadi karena periode ini membutuhkan tren yang lebih berkelanjutan untuk dapat menggerakan MA itu sendiri.

Kerugian:

  • Semakin lama periodenya, maka semakin lambat untuk merespon harga saat ini.

Keuntungan dan kerugian yang sama juga berlaku ketika anda mencoba untuk membandingkan antara MA dengan periode yang lebih pendek dengan MA dengan periode yang lebih panjang. Durasi yang sama pada grafik dengan kerangka waktu yang lebih lama akan menghasilkan periode yang lebih lama dibandingkan periode yang lebih pendek. Jadi, S/R dari MA dengan periode 200 hari jauh lebih signifikan dibandingkan MA 200 jam, tetapi kurang responsif terhadap perubahan harga dan tren.

>> Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah Robot Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).

 

robot forex

Contoh Setting Indikator Moving Average Yang Akurat

Mari kita lihat beberapa contoh tentang bagaimana MA dengan periode jangka pendek dan panjang digambarkan. Pada gambar di bawah, semakin pendek periode MA, maka indikator tersebut akan semakin dekat mengikuti harga. Sebaliknya, semakin panjang periode MA, semakin halus MA tersebut dan semakin jarang juga untuk ditembus.

Ini adalah grafik mingguan EURUSD, yang berarti bahwa setiap pola candlestick menunjukkan pergerakan harga satu minggu pada pasangan mata uang EURUSD. Dengan demikian, garis EMA dengan periode 10 adalah EMA 10 minggu, EMA periode 50 adalah EMA 50 minggu, dan EMA periode 200 adalah EMA 200 minggu, yang mana ini adalah merupakan contoh terbaik dari setting indikator moving average akurat.

Simak caranya:

  • MA dengan periode jangka pendek menunjukkan perubahan harga yang lebih cepat dari MA dengan periode jangka panjang: Durasi yang paling pendek, yaitu MA 10 mengikuti harga lebih cepat daripada yang lain, sedangkan MA dengan periode yang lebih panjang yaitu MA periode 50 dan 200 secara progresif lebih halus, di mana MA dengan periode 200 juga terlihat hampir datar, mencerminkan seberapa minimal pergerakan harga selama periode yang digunakan meskipun terjadi sebuah volatilitas. Ini berpotensi menjadi sebuah titik penting yang mungkin akan anda lewatkan jika hanya menggunakan candlestick.
  • MA dengan periode yang lebih panjang memberikan gambaran S/R yang lebih baik: Di mana MA dengan periode 10 berhasil ditembus tujuh kali, jauh lebih banyak dari MA 50 minggu (dua kali) atau 200 minggu.

Tidak seperti pada durasi yang panjang, S/R dari MA pada durasi yang pendek kurang dapat diandalkan



Sekali lagi, perhatikan gambarnya: Lihat bagaimana MA dengan jangka pendek lebih renponsif, dan bagaimana MA jangka panjang lebih baik dalam menunjukkan tren secara keseluruhan karena tidak terpengaruh oleh setiap gerakan jangka pendek. Lebih dari itu, MA jangka panjang juga terlihat lebih jarang ditembus. Akan tetapi, jika EMA 200 hari berhasil ditembus, kita harus mempertimbangkan apakah tren turun jangka panjang ini akan berbalik.

Karena ini adalah grafik harian, ini adalah EMA 200, 100, 50, 20, dan 10 hari, dan juga merupakan sebuah contoh yang bagus dari setting indikator moving average akurat.
 

Point Tambahan Tentang Setting Moving Average

Setting Moving Average Terbaik: Trading tidak ada hubungannya dengan membedakan apa yang seharusnya terjadi secara logis. Jadi, ini semua tentang mengantisipasi apa yang akan dilakukan orang banyak, dan melakukannya terlebih dahulu dalam kerangka waktu yang anda pilih sebelum mereka menawar harga entry anda, atau menawar harga jual anda.

Jangan berpikir: Apa yang seharusnya terjadi secara logis?
Berpikirlah: Apa yang akan dipikirkan oleh orang banyak, dan dilakukan oleh investor lain?

Pemikiran ini penting bagi trading jangka pendek yang dimaksudkan untuk segera diselesaikan paling banyak dalam waktu beberapa hari, atau intraday trading dan trade based.

Metode Moving Average

Ada dua jenis teknik Moving Average – crossover yang digunakan dalam metode Moving Average untuk mencari sinyal kemungkinan pembalikan tren.

1. Ketika harga bergerak memotong atau di bawah Moving Average.

2. Moving Average dengan periode yang pendek memotong atau di bawah Moving Average dengan durasi yang lebih panjang.

Harga Memotong ke Atas atau ke Bawah Moving Average

Metode Moving Average dan tipe MA Crossover pertama adalah ketika harga bergerak melalui Moving Average yang penting. Sebagai contoh, lihat Gambar di bawah ini. Ketika harga bergerak di bawah Moving Average dengan periode 50, atau SMA (candlestick A), itu menandakan bahwa tren mungkin akan bergerak turun. Sementara ketika harga bergerak di atas SMA dengan periode 50, (candlestick B dan C), itu adalah tanda bahwa tren mungkin akan berbalik lebih tinggi. Trader yang menutup posisi buy pada 1 Juli (A) ketika harga ditutup di bawah SMA 50 hari dapat menghindari kerugian bulanan (dan risiko pullback akan berubah menjadi sesuatu yang lebih buruk). Jika mereka memasuki posisi buy baru ketika harga ditutup di atas SMA 50 hari pada 6 Agustus (B) atau 11 Agustus (C), maka mereka dapat mendapatkan sebuah awal dari pergerakan selanjutnya yang bergerak naik.

Chart ini memiliki dua set Bollinger Bands, dengan standar deviasi satu dan dua dari garis dasar SMA 20 hari di tengahnya. Di sini, kami telah menambahkan SMA 50 hari, yang tampak memotong harga pada titik A dan B. Dengan demikian kami dapat menggunakan kombinasi dari Bollinger Bands dan Moving Average Crossover dari SMA 20 hari dan SMA 50 hari.

Perhatikan juga bahwa ada sebuah tanda lain pada 6 Agustus (B) bahwa tren telah berlanjut. Emas menutup perdagangan pada hari tersebut di zona beli Upper Bollinger Bands, yang memberikan konfirmasi tambahan bahwa tren naik masih berpotensi berlanjut. Seperto disebutkan sebelumnya, crossover Moving Average dan Double Bollinger Bands (DBBs) – indikator forex yang paling akurat – membuat sebuah kombinasi yang kuat untuk entry dan menutup posisi. Crossover Moving Average juga memberikan peringatan lanjutan lebih awal dari perubahan tren, dan DBB digunakan untuk mengkonfirmasinya. Trader atau investor yang konservatif mungkin lebih memilih untuk tidak membuka sebuah posisi hingga harga memasuki zona beli atau jual dari DBB. Sebaliknya, trader atau investor yang lebih agresif mungkin akan memasuki setidaknya sebagian posisi ketika mereka menemukan sebauh crossover Moving Average. Terlepas dari toleransi risiko anda, sebauh konteks mendasar harus dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil pendekatan yang lebih konservatif atau agresif.

Dua hal yang perlu diingat pada metode Moving Average:

1. Sesuaikan selera risiko anda dengan kondisi pasar. Jika analisis anda membuat anda percaya diri terhadap tren, anda harus lebih cenderung membuka posisi secara parsial berdasarkan crossover Moving Average ataupun yang cenderung menandakan awal tren. Namun jika anda masih ragu, anda mungkin perlu menunggu hingga harga memasuki zona beli atau jual DBB, atau menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait pergerakan tersebut.

2. Moving Average dengan periode berapa kah yang seharusnya dilewati oleh harga untuk dapat memberikan anda sinyal terkait dengan tren baru? Meskipun kami menggunakan SMA dengan periode 50 dalam contoh, periode tersebut akan bergantung pada periode yang mana yang anda rasa memberikan hasil terbaik: yaitu, MA yang memberikan sinyal cukup awal untuk menangkap mendeteksi sebagian besar pergerakan, tetapi tidak begitu awal hingga anda mendapatkan lebih banyak sinyal palsu dibandingkan yang sebenarnya ingin anda terima.

Moving Average Saling Memotong

Jenis lain dari indikator pembalikan tren dengan menggunakan Moving Average Crossover adalah ketika:

  • Moving Average dengan periode yang lebih pendek memotong Moving Average dengan periode yang lebih panjang, mengindikasikan harga naik, atau momentum bullish.
  • Moving Average dengan durasi yang lebih pendek memotong ke bawah Moving Average yang lebih panjang, dan lebih lama, mengindikasikan sebauh momentum bearish atau harga bergerak turun.

Yaitu, dibandingkan hanya membandingkan atau menunggu harga di atas atau di bawah Moving Average, dalam hal ini dua Moving Average yang terpisah saling berpotongan.

Contoh Metode Forecasting dari Moving Average

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tujuan anda adalah untuk mengembangkan metode forecasting Moving Average, yang bentuknya paling sederhana di mana anda dapat menentukan aturan kapan harus entry dan menutup posisi dari suatu perdagangan pada pasangan mata uang tertentu atau aset lainnya. Ini tidaklah rumit. Bahkan, biasanya sebuah sistem sederhana yang anda temukan dapat berfungsi pada sebagian besar waktu dan aset tertentu lebih baik dibandingkan tidak memiliki sistem sama sekali. Untuk memperjelasnya, mari kita lihat beberapa contoh metode Simple Moving Average menggunakan MA Crossover.

Misalnya, jika MA periode 20 hari memotong di atas MA 50 hari yang kurang responsif, itu merupakan sebuah tanda bahwa tren cenderung akan bergerak lebih tinggi atau naik. Demikian pula, jika MA 20 hari memotong ke bawah MA 50 hari, itu menandakan bahwa tren lebih cenderung akan bergerak turun.

Pergerakan dari Moving Average dengan jangka pendek adalah pemicunya karena, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Moving Average dengan durasi yang lebih pendek seperti periode 20.

MA lebih responsif terhadap perubahan harga terbaru daripada yang berdurasi lebih panjang seperti MA dengan periode 50. Jadi, ketika MA yang lebih pendek memotong di atas atau di bawah yang lebih lama, itu adalah peringatan bahwa perubahan jangka panjang mungkin akan datang, bahkan ketika tren dari candlestick itu sendiri belum begitu jelas.

Sebagai contoh, lihat kembali pada grafik harian emas yang kita lihat pada gambar di atas, yang digambarkan ulang pada gambar di bawah ini. Perhatikan bahwa sementara saya menggunakan SMA 20 hari di sini, saya juga menggunakan Exponential Moving Average (EMA) 50 hari (lebih responsif daripada SMA) untuk membuat pergerakannya sedikit lebih sensitif terhadap price action terbaru. Anda dapat melakukan pencampuran dan pencocokan EMA dan SMA ini sebagai surat perintah pengalaman.

Perhatikan bagaimana SMA 20 hari (digunakan sebagai bagian dari DBB) melewati EMA 50 hari pada 2 Maret 2010 (A1). Meskipun emas terus turun untuk beberapa sesi kemudian, MA Crossover mengisyaratkan bahwa tren secara keseluruhan selama 20 periode terakhir (hari karena pada grafik harian) naik, dan pada kenyataannya, crossover ini akan mengingatkan anda bahwa harga emas akan segera naik lebih tinggi, seperti yang dilakukannya.

Jika anda tidak melakukan apapun selain tetap membuka posisi buy hingga SMA periode 20 hari memotong ke bawah EMA 50 hari pada 19 Juli 2010 (A4), anda bisa mendapatkan tren naik yang panjang dan menutup posisi sebelum beberapa tren turun terjadi setelahnya.

Tentu saja, kami tidak hanya bergantung pada satu indikator Moving Average. Tergantung pada indikator Moving Average lain yang mungkin anda gunakan, anda mungkin memiliki hasil yang lebih baik. Misalnya, setelah mempelajari kinerja masa lalu emas, anda mungkin telah meningkatkan kinerja anda selama periode 26 Februari hingga 12 Agustus. Misalnya, anda mungkin hanya menambahkan aplikasi DBB bersamaan dengan crossover MA untuk membentuk metode Simple Moving Average berikut ini:

  • SMA 20 hari di atas EMA 50 hari.
  • Setelah itu terjadi, terapkan empat aturan Double Bollinger Bands (DBB). Yaitu, begitu SMA 20 hari telah melewati EMA 50 hari dan anda bersiap membuka posisi buy pada emas.
  • Buy ketika emas memiliki penutupan harian di dalam atau di atas zona beli DBB.
  • Sell jika emas memiliki penutupan harian di bawah zona beli DBB.

Perhatikan seberapa baik kombinasi dari kedua aturan tersebut bekerja. Lihat kembali gambar di atas, dan lanjutannya pada gambar di bawah.

Beberapa minggu yang choppy setelah anda melakukan entry awal pada 2 Maret (A1), pada tanggal 31 Maret (tepat sebelum candlestick berlabel A2) emas memotong dan ditutup di atas MA 50 hari dan 20 hari, kemudian pada hari berikutnya pada tanggal 1 April (A2) emas memotong ke atas zona beli DBB. Dengan hanya menggunakan sebuah aturan yang sederhana ini untuk menentukan entry dan menutup posisi, terutama ketika emas berada di zona beli DBB, dan menutup posisi ketika ditutup di bawah zona tersebut, anda akan menangkap sebagian besar tren kenaikan harga emas selama delapan bulan berikutnya, menghindari hampir semua penurunan yang terjadi pada 1 Juli (A3) dan gerakan choppy sideways sejak Juli hingga awal Agustus, dan menangkap hampir semua tren naik dari pertengahan Agustus dan seterusnya ketika SMA 20 hari kembali memotong EMA 50 hari pada 22 Agustus (D1). Anda telah melewatkan minggu-minggu pertama emas yang kembali ke zona beli DBB yang dimulai pada awal Agustus (B dan C), tetapi itulah harga yang anda bayar untuk menghindari pasar yang chopy. Logika yang sama juga dapat diterapkan pada metode forecasting weighted moving average.

Perhatikan apa yang terjadi sejak pertengahan Agustus hingga pertengahan Oktober (D1 hingga D2).


Singkatnya, moving average adalah

Moving Average adalah indikator teknikal yang menghaluskan pergerakan harga dengan menyaring fluktuasi harga yang bersifat acak. Sebagai indikator, Moving Average bersifat trend-following (mengikuti tren) dan lagging (tertunda) karena dibuat berdasarkan harga yang telah terjadi. Banyak trader forex menggunakan Moving Average sebagai alat bantu analisa teknikal karena termasuk indikator paling sederhana dan mudah dipakai.

Memahami setting Moving Average terbaik adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker dapat menawarkan seperangkat Moving Average yang berguna, di mana trainer kami juga dapat memberikan anda sebuah panduan yang tepat. Cobalah EA Forex Builder yang kami sediakan, dan perhatikan bagaimana anda dapat menghasilkan metode Moving Average yang paling menguntungkan hanya dalam beberapa kali klik, dan tanpa perlu menulis kode.

 

>> Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.

copy trade

 

Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Hasilkan kapan saja, di mana saja, bagaimanapun 

Apa Selanjutnya?

1. Cara Bermain Forex

2. Investasi Emas - Cara Berinvestasi Emas Online 

3. Apa Itu Cryptocurrency Indonesia - Penipuan Atau Bukan 

 

Kategori :  Education